Archive for March, 2008

Pilgub Jabar, Cagub Nyunda Vs. Tokoh Nasional

Wednesday, March 26th, 2008

Sasih April nu bakal kasorang, urang bakal milih calon Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Dina dinten2 ayeuna, urang pasti mindeng ningali iklan tilu calon Gubernur, boh nu di media massa atanapi nu mangrupa baliho di sisi jalan. Aya tilu calon gubernur, nyaeta Dani Setiawan (Gubernur Ayeuna) nu dipasangkeun sareng Iwan Sulandjana (Pangdam III siliwangi Manten), Agum Gumelar nu dipasangkeun sareng Nu’man Abdul Hakim (Wagub Ayeuna), Akhmad Heryawan nu dipasangkeun sareng Dede yusuf. Numutkeun survei mah, calon nu paling ageung potensi na nyaeta Dani-Iwan disusul ku Agum-Nu’man.

Ayeuna2 urang sadaya pasti sok ningali iklan salah sawios calon gubernur jabar dina TV nu tagline na: "Panggil Tokoh Nasional". Dina iklan kasabit teu acan disebatkeun saha calon gubernur nu dipikamaksed teh. Tapi, upami disidik-sidik mah urang sadaya pasti terang saha nu dipikamaksed "Tokoh Nasional" eta teh. Tim kampanye calon gubernur iyeu sapertos na mah hayang ngagogoreng gubernur ayeuna (nu tokoh daerah) kumargi ayeuna masih keneh aya warga jabar nu hirup di handap standar karaharjaan; makaning kedah milih calon gubernur nu tokoh nasional.

Aya deui salah sawios calon gubernur nu kagungan perhatosan nu ageung ka budaya Sunda nyaeta Bpk. Danny Setiawan (gubernur jabar ayeuna). Anjeuna tiasa disebat "nyunda pisan". Boh tina basa nu dianggo sadidinten atanapi tina tingkah polah. Anjeuna oge katingal na resep tembang sunda; kabuktoskeun ku tembang "Sauyunan" ciptaan Doel Sumbang sareng Pak Dani nu ditembangkeun ku Anjeuna nyalira. Video klip na sok aya di STV sareng Bandung TV.  Motto anjeuna teh: silih asah, silih asih, silih asuh, jeung silih wangikeun. Anjeuna oge parantos kabuktos padamelanana sawaktos janten Gubernur ayeuna . Urang sadaya kedahna tiasa ningali kamajengan-kamajengan wewengkon urang sawaktos pak Dani Janten Gubernur dugi ka ayeuna. Indeks Pembangunan (IPM) propinsi Jabar majeng tina   67,67 dina taun 2003 ka 70,3 dina taun 2006. Investasi oge majeng tina Rp. 36,53 trilyun dina taun 2003 ka Rp. 75,64 trilyun dina taun 2007. Eta teh mangrupa buktos ti Pak Danny. Pangwangunan di wewengkon urang oge katingal lancar sawaktos anjeuna janten Gubernur.

Saupami na abdi ditaros hayang milih saha dina PilGub ayeuna, abdi mah milih nu tos kabuktos sareng ageung perhatosanana ka budaya sunda nu janten budaya urang sadayana. Nanaonan atuh milih calon gubernur nu tokoh nasional tapi teu acan tangtos terang kaayaan propinsi Jabar saleresna.

Carl Zeiss vs. Scheneider Kreuznach vs. Leica

Friday, March 21st, 2008

Jika kita perhatikan, di dunia ini ada tiga pembuat lensa termashsyur  yang reputasinya tidak perlu dipertanyakan lagi. Ketiga merek lensa tersebut biasa diaplikasikan  di  kamera-kamera digital dan perangkat optik lainnya. Ketiga merek tersebut berasal dari negara yang sama yakni Jerman.

Carl Zeiss adalah perusahaan pembuat lensa yang didirikan oleh seorang yang bernama sama dengan perusahaannya yakni Carl Zeiss. Ia diahirkan pada tahun 1816 di Weimar, Jerman. Ia memulai inovasinya dalam bidang optikal pada tahun 1847 dengan membuat mikroskop yang bekerja hanya dengan satu lensa. Pada tahun 1866, perusahaannya berhasil menjual miksroskop yang ke-1000. Ia wafat pada tahun 1888 di Jena. Sesudah kamera ditemukan, perusahaannya pun turut membuat lensa yang diperuntukan bagi kamera. Produk unggulan perusahaan Zeiss diciptakan oleh Paul Rudolph yang diberi nama Tessar. Produk lensa ini sampai saat ini masih dipakai di sejumlah merek kamera digital dan telepon seluler. Selain tessar, Zeiss company juga menciptakan produk lensa lain seperti: Sonnar, Plannar, Biogon (untuk wide angle) dan Distagon (untuk super wide angle). Lensa Tessar dan Sonnar paling banyak diaplikasikan di produk-produk kamera digital dan camcoder (terutama merek Sony). Lensa Tessar biasa diaplikasikan di kamera digital dan camcoder menengah ke bawah, sedangkan lensa Sonnar diaplikasikan di produk menengah. Adapun awalan Vario berarti bahwa lensa tersebut berkemampuan zoom (spt:vario-tessar, vario-sonnar). Produk lensa dari Zeiss telah diaplikasikan ke banyak merek kamera digital, terutama Sony. Sedangkan telepon seluler yang kameranya menggunakan lensa Zeiss ialah Nokia (tidak semua tipe, hanya beberapa tipe seperti N-90, N73, N93,N95, dsb). Selain itu, lensa dari zeiss juga banyak diaplikasikan ke berbagai perangkat optik bagi industri, medis, dan juga laboratorium. Observatorium Boscha di Lembang, Bandung pun lensa teleskop nya menggunakan lensa dari Zeiss yang didatangkan langsug oleh sang pendiri Boscha langsung dari jerman.

Scheneider Kreuznach adalah perusahaan pembuat lensa optik yang didirikan pada tahun 1913 oleh Joseph Schneider  di kota Bad Kreuznach, Jerman.  Ada banyak produk lensa dari Scheneider Kreuznach, diantaranya: Curtagon (untuk format kecil), variogon (format medium), angulon (format besar), Cinegon (untuk film), Claron (lensa makro), dan Componar (lensa perbesaran). Kamera-kamera digital yang mengadopsi lensa Scheneider Kreuznach antara lain ialah Kodak dan Samsung. Sementara merek telepon selular yang menggunakan lensa Scheneider Kreuznach ialah LG (tidak semua tipe, hanya beberapa tipe seperti Shine series).

Leica adalah perusahaan lensa yang berdiri pada tahun 1913 di Jerman. Perusahaan ini dulunya bernama Ernst Leitz GmbH. Perusahaan ini didirikan oleh Ernst Leitz. Perusahaan ini terkenal karena berinovasi membuat kamera yang berukuran reltif kecil tetapi dengan kualitas yang tidak berkompromi. Selain membuat kamera beserta lensanya, leica juga memproduksi produk optikal yang diperuntukan bagi aktivitas geodesi dan juga mikroskop. Selain ada pada kamera Leica, lensa keluaran Leica juga bisa ditemukan di produk kamera digital dan camcorder keluaran Panasonic.

Mengenai mana yang terbaik diantara ketiganya, sangat sulit untuk ditentukan. Ada berbagai parameter yang harus dipenuhi untuk menguji performa ketiga merek tersebut. Yang jelas, ketiga merek tersebut ialah merek lensa yang memiliki keunggulan masing-masing.

SEKULAR = NETRAL AGAMA

Friday, March 14th, 2008

Baru2 ini di Turki sedang hangat2 nya pembicaraan mengenai pembolehan pemakaian jilbab. Kaum yang menganggap dirinya pro sekuler di Turki menganggap bahwa kebijakan tersebut akan mengikis paham sekuler di Turki yang selalu diagung-agungkan sejak jaman Mustafa Kemal Ataturk. Mereka yang berpendapat demikian menganggap bahwa makna dari sekularisme ialah paham yang benar2 anti agama. Padahal makna sebenarnya dari pemikiran sekuler ialah memisahkan ajaran agama dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam pemikiran sekuler tidak ada paksaan untuk orang meninggalkan ajaran agamanya. Siapa pun yang ingin mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan pribadi sehari2, ya silakan saja. Atau dapat dikatakan bahwa pemikiran sekuler ialah pemikiran netral agama, tidak berpiijak pada agama apa pun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pengertian Sekulerisme diambil dari Wikipedia.com:
Sekulerisme dalam pengunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. sekulerisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.

Jika kita menilik lebih jauh kepada makna pemikiran sekuler yang sesungguhnya, maka kaum pro-sekuler sebenarnya tidak perlu takut jika melihat seseorang menjalankan agama nya dengan taat. Termasuk juga dalam aplikasi berbusana. Siapa pun yang mau mengaplikasikan kehidupan agama dalam berhubugan dengan orang lain, ya silakan. Kebalikannya, siapa yang ingin memisahkan ajaran agama dengan kehidupan bermasyarakatnya, ya silakan juga. Tidak perlu ada pemaksaan untuk orang menjauhi larangan agamanya ataupun pemaksaan mengikuti ajaran agama secara saklek.

Jika saya ditanyakan, apakah diri saya ini sekuler atau agamais? Saya berterus terang bahwa dalam beberapa aspek saya bertindak sesuai ajaran agama yang saya anut, yakni islam; tetapi dalam beberapa aspek lainnya saya berpikir secara sekuler. Menganai aspek2 apa saja yang mengaplikasi ajaran agama dan aspek2 apa saja yang mengaplikasi pemikiran sekuler, YOU DON’T HAVE TO KNOW yah…