Archive for February, 2008

Who Is Ladislav Bittman ???

Friday, February 22nd, 2008

Mungkin Anda aneh atau baru mengenal nama Ladislav Bittman. Nama ini memang asing, tapi mungkin Anda tidak asing dengan istilah "Dokumen Gillchrist". Ladislav Bittman ialah agen Cekoslovakia yang menyelinapkan dokumen ini ke dalam villa Bill Palmer di puncak. Ia bekerja atas nama blok timur yang dimotori oleh Sovyet dengan KGB sebagai dinas rahasianya. Ladislav Bittman melaukan misi ini dengan bantuan beberapa agen lainnya. Dokumen ini dibuat di markas agen rahasia cekoslovakia di Praha. Disana tersedia kop surat dan stempel palsu dari berbagai institusi sipil maupun militer negara-negara blok barat. Informasi ini sejalan dengan dokumen yang saya dapatkan pada tahun 2004 mengenai pogram kerja KGB di awal dekade 60 untuk membuat propaganda jelek terhadap pihak barat. Dokumen yang saya dapatkan tertanda tanggal 7 juni 1960 dan berkualifikasi Top Secret. Menurut dokumen yang saya dapatkan, Salah satu bentuk implementasi program kerja itu ialah dengan menyisipkan dokumen berisi keinginan pihak barat untuk mendongkel Soekarno dari kursi kepresidenan. Penyisipan dokumen tersebut akan dilakukan kepada salah satu agen CIA yakni Bill Palmer.

Kalau kita ingat pelajaran sejarah, Dokumen Gillchrist adalah dokumen yang diketemukan di rumah Bill Palmer, seorang importir film barat di Indonesia yang ternyata juga seorang Agen kawakan CIA. Dokumen tersebut berisi surat dari duta besar Inggris Sir Andrew Gilchrist kepada petinggi TNI AD yang berisi pernyataan "kesepahaman" antara keduanya. Salah satu frasa yang paling ditonjolkan dalam surat tersebut ialah "Our local army friends". Dokumen tersebut menggiring opini bahwa telah tercipta kerjasama rahasia antara TNI AD dengan pihak barat yang dianggap soekarno sebagai kaum neo kolonial untuk menggulingkan pemerintahannya. Opini tersebut digulirkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI sendiri menyebut jenderal yang terlibat kerjasama ini dengan sebutan Dewan Jenderal. Seperti yang kita ketahui, PKI akhirnya "menyikat" jenderal-jenderal yang  termasuk dalam anggota Dewan Jenderal dengan alasan untuk menjaga keselamatan Presiden Soekarno.

KGB sendiri ternyata tidak menyadari kalau misinya itu malah menjadi boomerang. KGB sbenarnya ingin agar citra pihak barat menjadi jelek dan hubungannya dengan pemerintahan Soekarno akan semakin rusak. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Peristiwa G 30 S / PKI telah membuat Presiden Soekarno terdongkel dari kekuasannya secara perlahan-lahan. Namun, apakah misi ini hanyalah bagian dari peran dingin antara blok barat dengan blok timur ataukah ada agenda lain di balik misi ini? Wallahu Alam

FIlm James Bond era 60-an dan Perang Dingin

Saturday, February 16th, 2008

Mungkin diantara Anda ada yang pernah nonton film James Bond produksi era 60-an, yang antara lain berjudul : Dr. No, From Russia With Love, Goldfinger, Thunderball, You Only Live Twice dan Her Majesty Secret Service. Kalau kita menyaksikan secara detail dan mencermati jalan cerita serta latar belakang tokoh-tokoh nya, kita akan menemukan keterkaitan beberapa film produksi MGM tersebut dengan keadaan politik di era-60-an.

Film From Russia With Love contohnya. Saya tidak akan menulis jalan cerita film ini karena bisa anda baca di situs lain. Ending dari film ini, alat pemecah lektor yang dicuri oleh James Bond bersama dengan seorang Pegawai Sandi Wanita di Konsulat Russia di Istanbul akhirnya dapat bisa dibawa ke Inggris dengan selamat. Alat pemecah kode tersebut selanjutnya menjadi milik pemerintah Inggris. Ending tersebut jelas berpihak ke pihak barat karena menunjukan betapa hebatnya agen rahasia Inggris dalam menyusup ke instalasi intelijen Sovyet tanpa bisa diantisipasi sebelumnya oleh pihak sovyet.

Selanjuntnya film Goldfinger. Banyak orang yang bilang kalau film ini tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan perang dingin. Tapi coba kita perhatikan lebih detail. Perhatikan ketika James Bond mengobrol dengan Goldfinger di teras kediaman Goldfinger. Goldfinger ternyata mngambil sejumlah besar emas dengan mencuri di  gudang emas Fortnox di USA bukan untuk dijual atau disimpan. Emas tersebut ternyata untuk diledakan dengan formula kimia tertentu sehingga akan menghasilkan radiasi atom yang akan menggoncangkan dunia. Goldfinger ternyata melakukan aksinya dengan dukungan teknis dari pemerintah China. GOldfinger sendiri akan mendapat keuntungan dari akasinya ini karena harga emas internasional akan meningkat drastis sehingga keuntungannya sebagai pemain besar dalam perdagangan emas dunia akan meningkat. Singkat cerita aksinya ini dapat digagalkan oleh James Bond. Film ini jelas mendeskreditkan pemerintah China yang memang pada saat itu sedang besitegang dengan negara-negara barat. Anak buah Goldfinger juga banyak yang berasal dari china. Hal ini dapat membuat penonton bersikap antipati terhadap bangsa China karena digambarkan sebagai orang jahat.

Film-film selanjutnya pun selalu berkaitan dengan keadaan politik tahun 60-an yang diwarnai ketegangan antara blok barat dan blok timur.  Dalam film Dr. No, Thunderball, You only live twice,  On her Majesty secret service, James Bond digambarkan sebagai tokoh yang ingin mencegah perang terbuka antara blok barat dan blok timur yang diprovokasi oleh organisasi gelap bernama SPECTRE. Banyak penggemar film James Bond, termasuk saya sendiri, yang menganggap bahwa film-film James Bond era 60-an adalah film James Bond dengan jalan cerita terbaik dibandingkan film-film James Bond sesudah era itu.