Selamat Jalan Pak Harto
Thursday, January 31st, 2008Innanillahi Wa Innailaihi Rajiuun.. Telah berpulang ke Rahmatullah, Jend. BEsar H.M Suharto pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2008 di rumah sakit pusat pertamina. Kita semua dikagetkan dengan berita duka tersebut. seluruh televisi nasional sejak pukul 13.30 hari Minggu tanggal 28 serentak menyiarkan perkembangan pengurusan Jenazah Pak Harto dari detik ke detik. Saya sendiri yang pada hari minggu tanggal 28 tersebut baru bangun tidur jam 13.35 kaget ketika menyalakan televisi langsung menyaksikan breaking news yang menyatakan bahwa Pak Harto sudah tiada. Selanjutnya saya terus memantau perkembangan selanjutnya. Jam 13.50 pasukan kopassus sudah terlihat hadir di RSPP. sekitar jam 14.30 Jenazah Pak Harto dikeluarkan dari rumah sakit menuju ambulance yang telah menunggu di depan halaman RS. Anggota Kopassus beserta keluarga dan petugas RSPP terlihat membawa jenazah. Para jurnalis cetak dan elektronik terlihat mengerubungi jenazah sehingga agak mengganggu akses jalan bagi jenazah. Di halaman luar telah menunggu ratusan masyarakat yang ingin menyampaikan penghormatan terakhir bagi Pak Harto. Jam 15.45 jenazah Pak Harto tiba di kediaman jalan cendana. DIsana, ratusan warga masyakarakt telah meenyambut. Selanjutnya, para pejabat dan mentan pejabat neagra silih berganti berdatangan. Presiden SBY dan Wapres Jk beserta anggota kabinet Indonesia Berstu terlihat datang menyampaikan rasa duka cita yang begitu mendalam.
Keesokan harinya, pada jam 07.00 jenazah Pak Harto diberangkatkan me nuju pangkalan udara Halim Perdanaksumah untuk selanjutnya diterbangkan ke Solo. Upacara pelepasan di jalan cendana dipimpin oleh ketua DPR Agung Laksono. Jenazah pak harto tiba di Bandara Adisumarno, Solo jam 10.00 untuk selanjutnya dibawa ke Astana Giri Bangun untk dimakamkan. Yang menjadi Inspektur Upacara pemakaman Pak Harto ialah Presiden SBY. Semenjak dari rumah duka di jalan cendana sampai di pemakaman, jenazah Pak Harto diusung oleh pasukan elite dari tiga angkatan plus kepolisian, yakni anggota Kopassus, Korps Marinir, Paskhas-AU, dan Bromob. Begitupun pula yang menjadi pasukan kehormatan di rumah duka dan di pemakaman. Ratusan warga masyarakat tumpah ruah di jalan-jalan yang dilalui rombongan pengantar jenazah, baik di jakarta dan Solo, untuk melakukan penghormatan terakhir kepada sang Bapak Pembangunan.
Hari Minggu tanggal 27 Januari, pemerintah melalui Mensesneg, Hatta Rajasa mengumumkan hari berkabung nasional untuk 7 hari ke depan. Sepengamatan saya, gedung-gedung pemerintahan dan swasta serta rumah-rumah penduduk di Bandung sudah mengibarkan bendera setengah tiang. Gedung merdeka di Jalan Asia-Afrika pun tidak lupa mengibarkan bendera setengah tiang. Peserta upacara/apel pagi hari senin tanggal 28 Januari tidak lupa mengheningkan cipta dan mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati Pak Harto.
Saya sendiri pas pak Harto kritis 2 minngu kemarin sudah berniat apabila Beliau dipanggil oleh yang maha kuasa, saya ingin berdiri menyambut iring2an jenazah Pak Harto sambil memberikan hormat tangan kepada jenazah pak Harto. 2 Minggu yang lalu saya ada di Jakarta. Sayangnya, keinginan saya untuk langsung menyampaikan penghormatan secara langsung tidak terwujudkan karena pada saat beliau berpulang saya sedang berada di Bandung. Akhirnya, saya hanya bisa melakukan penghormatan dalam hati saja.
Terlepas dari kontroversi seputar pak Harto, kita perlu mengingat jasa-jasa beliau. Kita tentu masih ingat masa-masa jaya negeri ini di era 70 sampai 80-an. Swasembada beras pada waktu itu dapat diimplementasikan. Pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan pun dapat terlaksana. Semua itu tidak lepas dari upaya dan manajemen negara yang dilakukan oleh Pak Harto. Dalam bidang hubungan luar negeri, Pak HArto juga memiliki andil besar dalam mendirikan ASEAN dan gerakan Non-Blok. Pak HArto adalah pemimpin yang cukup disegani di kawasan ASia Tenggara. Kalo kita ingat, mana pernah Malaysia bertingkah kepada negara kita pada masa kepemimpinan Pak Harto.
Marilah kita mendoakan semoga amal baik Pak Harto dapat diterima di sisi Allah SWT dan semoga kekhilafan beliau dapat diampuni oleh yang maha kuasa. Pada prosesi pemakaman pak Harto Kemarin, terbukti bahwa masih banyak rakyat terutama yang berasal dari golongan menengah ke bawah yang bersedih ketika Pak Harto Berpulang ke rahmatullah.
Selamat Jalan Bapak Pembangunan… Jasa-jasa mu bagi negeri ini tidak akan kami lupakan.