Archive for September, 2006

Pengalaman Menyusup di Jaringan NII (Negara Islam Indonesia)

Wednesday, September 27th, 2006

Di suatu hari di Bulan Juni 2006 Ketika sedang membaca buku di perpustakaan Unpad, DIpati Ukur, ada seseorang yang menhampiri saya dan kemudian mengobrol dengan saya. Pada akhir dari obrolan dia menawarkan saya untuk ikut sebuah kelompok sharing yang katanya akan membahas topik2 terkini mengenai masalah yang ada di negara ini. Saya menyetujui ajakan orang tersebut dan datang ke tempat yang telah ditentukan pada waktu yang telah disetujui bersama. Tempat tersebut berupa sebuah kamar di kost-kostan yang berada di pinggiran monumen perjuangan rakyat Jabar, daerah Sekeloa. Pada pertemuan pertama, saya dijelaskan masalah-masalah apa yang sedang melanda Bangsa kita. Diantaranya ialah masalah moral, akhlak dsb. Pada pertemuan selanjutnya djelaskan bahwa jika kita beribadah di Wilayah negara RI, Ibadah kita tersebut tidak akan sah karena RI tidak menganut syariat islam. Mereka menganalogikan sebuah pohon yang kalau akarnya jambu pasti buah dan daunnya juga jambu. Begitupun juga dengan negara. Jika dasarnya islam, maka masyarakatnya pun islam. Mereka mengatakan bahwa tidak akan diterima ibadah kita karena masih berada dalam negara yang berakarkan pancasila. Mereka menyebut salah satu ayat dalam Al-Quran (saya lupa surat apa) yang berbunyi "Shalat mereka di sekitar Baitullah hanyalah siulan tangan belaka". Mereka megartikan Baitullah (rumah Allah) itu adalah negara yang menganut hukum Allah. Jadi, orang yang shalat bukan di negara yang menganut hukum Allah hanyalah siulan tangan belaka.

Hingga pada pertemuan selanjutnya mereka menawarkan kepada saya untuk Hijrah dari negara RI ke negara Islam. Saya pun mempertanyakan bentuk nyata dari hijrah tersebut. Mereka lalu mengatakan bahwa hijrah disini ialah menanggalkan secara simbolis kewarganegaraan RI dan menerima kewarganegaran negara Islam. Tentu saja prosesi tersebut harus dirahasiakan karena kondisi saat ini diibaratkan mereka seperti berada di dalam sebuah gua (Kahfi) yang diluarnya terdapat orang-orang kafir yang siap untuk menumpas gerakan mereka apabila ketahuan. Mereka juga mengatakan bahwa saya harus menyediakan uang minimum tujuh ratus ribu sebagai infak untuk negara Islam sekaligus juga untuk membersihkan harta saya. Mereka mengatakan bahwa hijrah akan dilakukan di Jakarta, tepatnya di daerah lebak bulus walaupun selain di tempat itu masih ada beberapa tempat lain yang enggan disebut oleh mereka. 

Dari hasil pembicaraan dengan salah satu anggota NII tersebut, saya mengetahui kalau sembilan puluh persen anggota NII di Bandung ialah mahasiswa yang tersebar di kampus-kampus Unpad, Unisba, Unikom dsb. Hanya karena sangat rahasia maka tidak banyak yang tahu keberadaan anggota NII di kampus mereka. NII menurut mereka juga telah berkembang di seluruh wilayah RI dan memiliki cabang-cabang di luar negeri. Seperti layaknya sebuah negara, NII juga memiliki Presiden, menteri dan gubernur kewilayahan.

Oleh karena saya tidak menyerahkan uang yang disayaratkan, saya sampai saat ini belum mengikuti hijrah tersebut. Mereka sampai saat ini masih sering menghubungi saya agar saya dapat mengikuti hijrah sesegera mungkin. Namun saya sudah tahu bahwa ajaran mereka semua sesat dan saya tidak akan pernah mengikuti ajakan mereka untuk hijrah ke sebuah negara yang dinamakan Negara Islam Indonesia.

Makna tulisan di Blok mesin Kanan NSR 150/250

Tuesday, September 19th, 2006

Belakangan ini di mailling list NSR Club sedang ramai message yg mempertanyakan tulisan di blok mesin kanan Honda NSR 150. Ada yang menilai tulisan tersebut sangat sakral. Tulisan tersebut ialah "HONDA RACING". Insinyur Honda tidak mungkin menanamkan tulisan tersebut tanpa tahu maknanya. Tulisan tersebut jelas menandakan untuk apa Honda NSR diciptakan. Selain di Honda NSR 150R/RR/SP, tulisan tersebut juga terdapat di blok mesin kanan Honda NSR 250 R/SE/SP. Honda NSR pertama kali diciptakan untuk diturunkan di arena GP250 dan GP500 pada sekitar tahun 1984. pada tahun 1986 diciptakan NSR250 versi jalan raya yang diperuntukan bagi pasar jepang. Setahun kemudian Honda Thailand merakit Honda NSR 150 R yang pada tahun 94 dilempar ke Indonesia.
Ada seorang teman aku di Jogja yang mengatakan bahwa NSR itu motor tua. kalah sama Ninja yang dianggapnya lebih modern. Menurut ku, memang benar NSR tuh motor tua,  tapi antik. Banyak yang heran mendengar suara mesin NSR karena mereknya Honda tapi suaranya kaya’ Yamaha karena bermesin 2 tak. Honda NSR 150R/RR merupakan satu2nya tipe 2-tak yang dijual Honda Indonesia. seangkan NSR 150SP/newRR, LS125 dan Nova DAsh masuk ke Indonesia melalui importir umum.
Secara teknis memang NSR 150R kalah dari Kawasaki Ninja-R dari segi tenaga. MAx power NSr 150R 27,7 PS sedangkan Ninja-R 28,5 PS. Tapi soal kenyamanan dan kestabilan, Ninja gak ada apa2nya dibanding NSR. Teman aku di NMC Bandung yang mengganti NSR 150RR nya dengan Kawak Ninja-S mengatakan bahwa KEstabilan NSR masih jauh diatas Ninja.

Konvoi Bareng Launching Honda Vario

Tuesday, September 19th, 2006

Tanggal 10 September kemarin Aku n anak2 NSR motorcycle club (NMC) Bandung diundang untuk acara konvoy bareng bersama seluruh klub motor Honda se-Bandung. Acara ini digagas oleh Main Dealer Honda Bandung dan JAwa Barat untuk menyukseskan peluncuran Honda Vario. Rute yg ditempuh ialah Jalan Pajajaran, Jalan Kebon JAti, PAsar Baru, Lap Tegalega, Jalan Karapitan, Jalan Asia-Afrika, Jalan Braga, Viaduct, Jalan Merdeka, Jalan Gatot subroto dan berakhir di Bandung Supermall tempat launching Honda VArio..
Di jalan, NSR dan CBR dan Nova Sonic ditempatkan di barisan belakang. Kaya’nya sih coz itu motor kan paling kenceng n pake cakram belakang, So kalo ditempatkan di depan takutnya remnya kepakeman sehingga motor di belakangnya yang mesih pake rem belakang tromol gak kuat ngerem. Kaya’nya seeh. Tapi, ada beberapa NSR yang menerobos lewat kanan untuk memacu motor ke depan barisan. katanya sih mesinnya overheat coz jalannya merayap n radiatornya gak pake kipas.

Thanks bwat kru HMPC n TAB yang udah jadi sweeper untuk mengamankan jalur konvoi. Thanks juga bwat smua peserta konvoi yang udah menyukseskan konvoi dalam rangka launching Honda Vario. Mohon maaf juga bwat pengguna jalan Bandung atas kemacetan yang terjadi karena konvoi tersebut..

Mighty Mick Doohan Numpak YAmaha

Tuesday, September 5th, 2006

Harita pan abdi ngobrol sareng yayank abdi.. Saur Abdi; "Yank.. Upami NSR abdi diical, ayang hoyong na gentos sareng motor naon?". Si Ayank teh nyarios’ "Naha make diical.. da tos sae ngangge NSR.. mun si NSR diical mah abdi hoyong Kawasaki Ninja-RR.. SAur Abdi teh, "Ninja-RR mah awis pisan. teu kagaleuh ku Abdi". Saur Ayank abdi teh,"Jupiter-MX oge alus". saur abdi,"Piraku atuh nganggo jupiter.. eta pan Yamaha.. ma enya akang Michael Doohan numpak Yamaha.. teu luyu sareng helm abdi atuh.. Helm abdi pan grafis na sami sareng helm Mick Doohan basa janten juara dunia nu ka opat kalina di pamungkes tahun 97. SAur si ayank teh," Nya atuh saur abdi oge sae nganggo NSR."

Abdi janten emut basa tahun 95, nuju abdi alit.. NSR 150-R teh basa eta janten motor nu pang hebat na di Indonesia… Eta motor teh nyaeta pan replika tina motor NSR500 na Mick Doohan nu pang tarik na di GP500 kapungkur… Ti taon 94 dugi taon 98, mick Doohan teras janten juara dina GP500.. makaning julukanana oge pan "Sang MAestro GP" nu dugi ayeuna teu acan aya nu tiasa ngalangkungan. Valentino Rossi juara dunia 5 kali, mung teu numpak NSR.. Pokona mah, Joki NSR paling eduun mah akaNg DOohan hungkul…

KAngennn Mantan Ku….

Friday, September 1st, 2006

Tadi Wengi Sim Kuring nelepon Neng Mawar (Mantan Yayank Kuring)… Sim Kuring teh bagjaa pisan tiasa nyarios sareng si eneng.. Kuring asa sonoo ti kamari2 hoyong nyarios sareng anjeuna… Sim kuring naroskeun kabar sareng sakolah anjeuna.. Saur si neng, "Abdi ayeuna parantos kelas tilu bari nuju Magang", "Abdi mah hoyong enggal lulus sakolah ambeh tiasa milarian padamelan". Sim Kuring oge tumaros ka si neng, Kumaha kabar teteh sareng kulawargi.. SAur Anjeuna teh "Pangestu.. Teteh ALhamdullilah damang, Bapa oge damang..". Pamungkes na Sim Kuring nyarios ka anjeuna, "NEng, Abdi mah hoyong Papendak sareng anjeun.. Nya.. bari ameng atanapi ngajemput ka Sakolah.. Iraha atuh neng tiasa?" Saur Anjeuna teh, "Abdi mah hayu bae.. mung, abdi kedah ningali jadwal.. Da Abdi unggal dinten magang.. Upami abdi nuju liren mah hayu bae ameng saparantos waktos sakolah..". ETA tah nu ngajanteunkeun sim Kuring Bagja….

Sim Kuring janten emut basa kawit bobogohan sareng Neng MAwar.. Sim Kuring salalu emut ka lirik lagu iyeu… "Ijinkan Cintaku Berbunga di Hatimu.. Biar terus Mekar Jadi Kenyataan". "Tlah Lama Ku dahaga Belaian Seorang Insan.. Smoga bersamamu ceria Hidupku..".

"Ku Tak Akan Bersuara Walau Dirimu Kekurangan.. Hanya Setiamu Itu ku Harapkan.. Ku Tak Akan Menduakan Walau Kilauan Menggoda.. Kasih Dan Sayang Ku Tetap Utuh Untukmu.." "Hanya Kupinta Darimu, Setialah Selamanya, Sehingga Abadi Cinta ini Sayang.. Itu Ku Doakan…"

Hatiku Bagai Di SAngkar Emas

Friday, September 1st, 2006

"Terlalu Lama Aku Menahan Diri, Terkurung di Dalam Sepi Hidupku. Ku kira Cintamu Dulu Bersemi lagi… Berkhayal Aku Dalam Angan Bermimpi Aku Dalam Tidur Sendiriiii…"
Sim Kuring nyeratan iyeu blog teh bari ngadango lagu "Hatiku Bagai Di Sangkar Emas". Sim kuring rumangsa pisan ngadango lirik lagu eta teh.. SIm Kuring emut basa harita sim kuring dipegatkeun ku kabogoh kuring, si Neng Mawar.. Padahal mah Sim kuring teh Bogoh pisan ka Anjeuna..

"Cintamu Kini Bukan Untukku Lagi…. Cerita Yang Indah Telah Berlalu…. Kini… Hatiku Bagai di Dalam Sangkar Emas.. Panas.. Tanpa Air Hujan Menyirami….. Sunyi…. Hidupku Seakan Tiada Arti Lagi… Cintamu… Yang Membuat Aku Bagai Musafir…."

Sim Kuring oge emut pisan basa pamungkesna kuring Bobogohan sareng Anjeuna
"Biar Ku Tatap Wajahmu Untuk Terakhir kali." Walau Berat Hati Ini Untuk Melupakanmu". "Mengapa.. selalu ada.. Diantara kita.. Pertengkaran Tak Berarti Sering Terjadi".  "Inikah Arti Cintamu Yang Dulu Engkau Hiaskan.." . " Kini ternoda dan berganti CInta Kelabu". "Sering… Kau Menyakiti Hatiku… Sering… Kau Membuat ku Kecewa"

"Cinta Yang Dulu Indah.. Kini Hilanglah Sudah.. Aku Terombang-Ambing Tanpa Pasti Arah Entah Kemana". "Pernahkah.. Engkau mengerti hatiku, Pernahkan Sehari saja Milikku.."."Kau Datang Sesuka Hati, Pergi Semau Sendiri.. ". "Kau Dimana Saat Hatiku Rindu.. Kau Dimana Saat Hatiku Pilu".  "Rindu Dan Selalu Rindu Hidupku"